Apa yang Terjadi Jika CTS Tidak Diobati?

Apa yang terjadi jika CTS tidak diobati, kemungkinan dapat mengganggu aktivitas harian, terutama aktivitas yang memerlukan gerakan tangan atau pergelangan tangan. Contohnya menyulam, bermain games, menjahit, mengetik, mengucek pakaian, bermain alat musik dan lainnya.

Carpal Tunnel Syndrome (CTS) adalah kondisi yang terjadi ketika saraf medianus pada lorong karpal pergelangan tangan tertekan atau terjepit. Area ini akan menyempit akibat jaringan sekitarnya membengkak akibat aktivitas pergelangan tangan yang berlebihan. Dan ujung-ujungnya bisa berakhir menjepit saraf medianus. Kadang mudahnya, dikenal dengan saraf kejepit tangan.

Lorong karpal layaknya terowongan mini. Terbentuk oleh tulang-tulang karpal, dan jaringan penunjang lainnya. Saraf medianus bekerja sebagai pengendali otot-otot jari tangan. Jadi bahaya penyakit CTS bisa mengakibatkan ujung jari tangan kanan kebas atau kesemutan atau ujung jari tangan seperti ditusuk jarum. Kadang juga muncul ujung jari tangan kiri terasa kebas.

Saraf kejepit tangan biasanya terjadi pada orang yang gemar melakukan gerakan tangan berulang dalam waktu lama atau mereka yang memiliki kondisi medis tertentu. Apa yang terjadi jika CTS tidak diobati, mungkin dapat berkembang menjadi masalah yang lebih serius, misalnya kerusakan saraf permanen.

Apa yang Terjadi Jika CTS Tidak Diobati?

Tanda gejala CTS, kadang bermula dengan jari tangan kesemutan atau mati rasa, terutama pada ibu jari, jari telunjuk, jari tengah, dan sebagian jari manis. Contohnya ujung jari tangan kebas atau sampai jari tangan tidak bisa mengepal dan telapak tangan tidak bisa menggenggam gelas.

Selain itu, pergelangan tangan sakit bisa bisa menjalar menyebabkan lengan bawah kesemutan. Aktivitas yang melibatkan gerakan tangan berulang, seperti mengetik atau mengemudi, dapat memperburuk gejala. Jika tidak segera mendapatkan penanganan, gejalanya bisa berkembang menjadi kelemahan pada tangan, kesulitan menggenggam benda, atau penurunan kemampuan motorik halus.

Apa yang Terjadi Jika CTS Tidak Diobati?

Tekanan terus-menerus pada saraf medianus pergelangan tangan dapat menyebabkan kerusakan saraf permanen. Hal ini dapat berujung pada kehilangan fungsi tangan secara signifikan. Yang pada gilirannya memengaruhi kemampuan untuk melakukan aktivitas sehari-hari seperti menggenggam benda, memegang alat makan, mengetik, atau bahkan menyetir.

Selain itu, tanpa pengobatan, gejala dapat semakin parah. Rasa sakit yang semakin intens dan mati rasa yang berlangsung lebih lama. Dalam beberapa kasus, kerusakan saraf yang tidak mendapatkan penanganan dapat menyebabkan kelemahan otot yang permanen, sehingga membuat tugas-tugas motorik halus menjadi sulit dilakukan.

Kenapa CTS Bisa Terjadi?

Penyebab utama CTS adalah tekanan pada saraf medianus yang melintasi saluran karpal dalam pergelangan tangan. Beberapa faktor yang berkontribusi pada terjadinya CTS antara lain:

  • Gerakan berulang yang menekan pergelangan tangan, seperti mengetik, menggunakan mouse komputer, atau bekerja dengan alat-alat tangan, dapat menyebabkan terjepitnya saraf medianus.
  • Cedera atau trauma misalnya patah tulang dapat menyebabkan pembengkakan yang memengaruhi saraf medianus.
  • Kondisi medis tertentu, diabetes, radang sendi, dan obesitas dapat meningkatkan risiko CTS. Hormon yang tidak seimbang selama kehamilan juga dapat menjadi faktor risiko.
  • Anatomi tubuh, beberapa orang memiliki saluran karpal yang lebih sempit, yang dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya sindrom terowongang karpal atau CTS.

Cara Mengatasi CTS pada Tangan

Pengobatan CTS tergantung pada tingkat keparahannya. Pada tahap awal, pengobatan konservatif dapat membantu meringankan gejala.

Mengistirahatkan tangan bisa membantu mengurangi peradangan dan tekanan pada saraf. Kemudian bisa mencoba untuk memakai wrist spline yang bisa membantu menjaga pergelangan tangan tetap dalam posisi netral, mengurangi tekanan pada saraf medianus, terutama saat tidur.

Kompres dingin atau panas juga dapat membantu mengurangi peradangan dan nyeri. Bila nyeri masih berlangsung, bisa minum obat antinyeri yang dapat meredakan peradangan dan rasa sakit.

Apa Terapi Terbaik untuk Carpal Tunnel?

Terapi terbaik untuk sindrom terowong karpal tergantung pada keparahan kondisi. Terapi konservatif, seperti penggunaan splint pergelangan tangan, terapi fisik, dan obat-obatan anti-inflamasi, biasanya efektif pada tahap awal.

Untuk kondisi yang lebih parah, prosedur medis lain mungkin akan dokter sarankan. Suntikan steroid untuk dapat menjadi salah satu saran dokter saat pasien bertanya CTS disuntik apa.

Kortikosteroid memiliki efek anti-inflamasi yang dapat membantu mengurangi pembengkakan sekitar saraf medianus, sehingga gejala seperti rasa sakit, kesemutan, dan mati rasa, bisa berkurang atau reda. Meskipun suntikan ini dapat memberikan bantuan jangka pendek, tetapi tidak dapat menyembuhkan secara permanen. Biasanya prosedur ini menjadi bagian dari pendekatan pengobatan konservatif.

Cara mengobati penyakit CTS lainnya adalah terapi fisik atau rehab. Manfaatnya dapat membantu memperkuat otot-otot tangan dan pergelangan tangan, serta meningkatkan kelenturan dan sirkulasi darah. Ini menjadi jawaban pada pertanyaan apakah CTS perlu difisioterapi?

Jika terapi konservatif tidak efektif, tindakan pembedahan seperti carpal tunnel release atau endoskopi CTS dapat dilakukan untuk melepaskan tekanan pada saraf medianus.

Carpal tunnel syndrome bisa diendoskopi? Jawabannya kini bisa dengan endoskopi CTS. Endoskopi CTS adalah prosedur minimal invasif menggunakan alat endoskopi untuk menghilangkan penebalan jaringan yang menekan saraf medianus. Prosedur ini memiliki waktu pemulihan yang lebih cepat dan risiko komplikasi yang lebih rendah ketimbang pembedahan konvensional.

Apakah CTS harus dioperasi kadang menimbulkan rasa kekhawatiran pada penderita saraf tangan kejepit ini. Endoskopi CTS bisa menjadi salah satu cara mengatasi carpal tunnel syndrome akibat jepitan pada saraf pergelangan tangan. Carpal tunnel syndrome ke dokter apa, bisa segera berkonsultasi dengan dokter spesialis bedah saraf dengan penanganan terkini.

Apakah CTS Sama dengan Saraf Kejepit?

Meskipun CTS melibatkan penekanan pada saraf medianus, kadang bisa dianggap saraf kejepit pada pergelangan tangan. Jadi, CTS adalah salah satu jenis saraf kejepit yang spesifik terjadi pada pergelangan tangan, sementara “saraf kejepit” bisa merujuk pada kondisi yang lebih luas dan melibatkan bagian tubuh lainnya. Misalnya saraf kejepit pinggang atau saraf leher terjepit.

Apakah CTS Bisa Kambuh Lagi?

Ya, CTS bisa kambuh jika faktor risiko yang mendasari tetap ada. Jika seseorang kembali melakukan gerakan berulang yang memberi tekanan pada pergelangan tangan atau tidak menjaga postur tubuh yang baik, gejala CTS dapat muncul kembali.

Untuk mencegah kambuhnya CTS, alat khusus seperti wrist brace bisa menjadi salah satu solusinya. Alat ini membantu menjaga pergelangan tangan tetap dalam posisi netral dan mengurangi tekanan pada saraf medianus, terutama saat tidur atau saat melakukan aktivitas yang berisiko.

Secara keseluruhan, CTS adalah kondisi yang bisa ditangani dengan pengobatan yang tepat. Tetapi jika dibiarkan tanpa perawatan, dapat menyebabkan kerusakan permanen. Penderita harus mengenali gejala awal dan segera mencari perawatan medis untuk menghindari komplikasi lebih lanjut. Dengan terapi yang tepat, termasuk penggunaan alat khusus untuk pencegahan, pemulihan dapat tercapai dengan lebih baik dan mencegah kekambuhan.

Pantangan Penderita CTS

Ada beberapa hal yang dapat memperburuk kondisinya. Jadi bila menduga ada CTS, maka perlu hindari kegiatan yang melibatkan gerakan tangan dan pergelangan tangan berulang, seperti mengetik, menyulam atau menggunakan mouse komputer untuk waktu yang lama.

Pantang berikutnya adalah mengangkat benda berat atau melakukan aktivitas yang memberi tekanan berlebihan pada pergelangan tangan.

Pastikan posisi tangan dan pergelangan tangan tetap dalam posisi yang nyaman dan tidak tertekan, baik saat bekerja atau beristirahat.