Cegah Lumpuh Saraf Kejepit, Bisa dengan Endoskopi Tulang Belakang BESS

Cegah lumpuh saraf kejepit atau lumpuh karena saraf kejepit apa bisa sembuh kemungkinan menjadi pertanyaan saat berkonsultasi.

Jawaban untuk pertanyaan ini bergantung pada kondisi masing-masing pasien, misalnya usia, berapa lama, berat ringannya jepitan saraf tulang belakang yang terjadi dan lainnya. Dan satu faktor penting lainnya adalah cepat lambatnya saraf kejepit mendapatkan penanganan.

Kini teknologi medis juga semakin maju. Sehingga memungkinkan menyembuhkan saraf kejepit tanpa operasi. Hal ini beda dengan yang dulu yang mengatasi saraf kejepit dengan operasi terbuka.

Hadirnya teknologi endoskopi pinggang atau endoskopi tulang belakang (spine endoscopy) menjadi salah satu solusi atau pengobatan saraf terjepit tanpa operasi yang bisa atasi saraf kejepit pinggang atau HNP lumbal.

Cegah Lumpuh Saraf Kejepit

Kenapa saraf kejepit bisa bikin lumpuh karena dalam kondisi tertekan atau kompresi, saraf tidak mampu lagi bekerja seperti semestinya. Hal ini ditandai dengan hilangnya kemampuan untuk mengendalikan buang air kecil atau buang air besar, impotensi, hingga mati rasa.

Apakah saraf kejepit bisa menyebabkan kelumpuhan, sekali lagi bergantung ringan beratnya derajat hnp yang dialami. Dampak paling buruknya, saraf kejepit bisa membuat tidak bisa jalan dan perlu menggunakan kursi roda.

Tanda awalnya bisa berupa sulit menggenggam, mengangkat lengan atau menggerakkan kaki. Inilah bentuk apa yang terjadi jika saraf kejepit dibiarkan atau apa yang terjadi jika saraf kejepit tidak diobati.

Ayo Cegah Lumpuh akibat Saraf Kejepit

Bagaimana cara mencegah saraf kejepit supaya tidak terjadi kelumpuhan, salah satunya adalah dengan teknologi endoskopi tulang belakang, yakni endoskopi BESS (Biportal Endoscopic Spine Surgery).

Endoskopi saraf kejepit ini akan mengambil tonjolan bantalan tulang sehingga tidak lagi menjepit saraf tulang belakang. Sehingga diharapkan gejala-gejala terkait saraf kejepit dapat reda.

Tanda saraf kejepit antara lain nyeri yang menjalar, disertai rasa kebas/baal, kesemutan, seperti ditusuk jarum yang terasa hingga ke lengan, bahu, tulang belikat, pinggang, bokong dan telapak kaki. Memang gejala ini agak berbeda tergantung pada lokasi jepitan yang terjadi, di leher (HNP cervical) atau pinggang (HNP lumbal).

Syaraf Kejepit Akibat HNP Bisa Lumpuh

HNP merupakan istilah medis saraf kejepit. Syaraf kejepit karena apa antara lain jatuh/cedera (baik olahraga atau kecelakaan kendaraan bermotor), sering mengangkat beban berat, tumor atau infeksi, tulang belakang bergeser, perubahan derajat kelengkungan tulang belakang dan lainnya.

Pekerjaan yang mengharuskan gerakan berulang pada tulang belakang juga bisa menyebabkan kerusakan struktur tulang belakang.

Salah satunya adalah diskus intervertebralis atau bantalan tulang belakang. Bantalan ini bekerja sebagai penyerap/peredam kejut atau tekanan layaknya shock absorber pada kendaraan. bantalan tulang mengandung unsur air yang tinggi namun seiring proses penuaan, kandungan airnya bisa semakin berkurang. Jadinya bisa mengganggu kekenyalannya dan menyebabkan gesekan saat tulang bergerak. Lama kelamaan bisa terjadi robekan atau bocor.

Kondisi ini akan mengakibatkan penonjolan dan tonjolan inilah yang dapat menyebabkan saraf tulang belakang yang terjepit berat. Dampak buruk pun akan terasa nyeri pinggang (LBP), disertai dengan kesemutan, kebas/baal yang menjalar ke lengan, bahu hingga telapak kaki. Tergantung lokasi jepitan.

Saraf Kejepit Solusinya Apa?

Bila dicurigai adanya saraf kejepit pinggang, MRI perlu dilakukan untuk memastikan lokasinya dan penanganan yang sesuai.

Cara mengatasi saraf kejepit di bokong atau pinggang adalah dengan membebaskan (dekompresi) jepitan yang terjadi. Bila endoskopi BESS sudah mengatasinya, saraf tidak lagi menjepit sehingga gejala-gejala yang terkait akan hilang. Dengan ini, diharapkan penderita saraf kejepit terhindar dari risiko kelumpuhan akibat HNP.

Apa pantangan bagi penderita saraf kejepit menjadi salah satu hal yang perlu dipahami. Kurangi beban pada tulang belakang terutama pinggang misalnya dengan menjaga berat badan ideal. Karena berat badan berlebihan akan memberikan beban/tekanan berlebihan pula pada tulang belakang.

Hindari sering membungkuk, naik turun tangga dan menjaga postur tubuh bisa Anda coba untuk mencegah saraf kejepit.

Cara menyembuhkan saraf kejepit di pinggang kini bisa tanpa rawat inap. Bahkan bisa langsung beraktivitas, namun memang hindari angkat berat sesuai anjuran dokter. Interventional pain management (IPM) juga bisa menjadi cara mengatasi nyeri akibat HNP, baik HNP lumbal (HNP L4-L5 atau HNP L5-S1), atau saraf kejepit leher (HNP C4-C5 atau HNP C3-C4). Pilihan ini akan dokter anjurkan sesuai dengan gambar saraf kejepit pada hasil MRI tulang belakang.

Cegah Lumpuh Saraf Kejepit

Fisioterapi Saraf Kejepit

Kadangkala dokter akan menyarankan fisioterapi guna membantu memperkuat otot-otot tulang belakang dan sekitarnya. Selain itu, gerakan rehabilitasi medik atau gerakan terapi saraf kejepit juga dapat membantu membuat sendi dan otot tetap fleksibel. Biaya fisioterapi saraf kejepit juga cukup beragam tergantung pada berapa lama, dan lain sebagainya.

Tusuk Jarum untuk Saraf Kejepit

Apakah saraf kejepit bisa ditusuk jarum, jawabannya adalah bisa. Namun terapi tusuk jarum ini tidak bisa menghilangkan jepitan yang sudah terjadi di tulang belakang. Hal ini juga menjadi jawaban pada pertanyaan apa saraf kejepit bisa sembuh dengan akupunktur. Tidak bisa menyembuhkan namun bisa membantu meredakan nyeri pinggang saraf kejepit atau mengurangi rasa tidak nyaman saat beraktivitas. Titik akupuntur untuk saraf kejepit juga memiliki lokasi-lokasi tertentu yang dapat dilakukan oleh spesialis akupunktur.

Gaya Renang Saraf Kejepit Pinggang

Renang merupakan salah satu olahraga saraf kejepit. Olahraga ini bisa membantu meredakan nyeri tulang belakang. Gaya dada dan gaya punggung merupakan gaya renang pilihan untuk penderitanya. Kedua gaya ini bermanfaat untuk meregangkan otot-otot tulang belakang dan tidak memberikan beban tekanan pada tulang belakang. Jadi hindari gaya renang yang menekan tulang belakang, misalnya gaya kupu kupu.